Profile kota Macau

14-profil-kota-macau

Macau kecil, sebuah daerah istimewa di Cina, berubah dari sebuah kota bekas jajahan menjadi pusat perkembangan komersil pariwisata yang besar.

Mantan daerah jajahan Portugal ini, tetangga dekat dari Hong Kong, terletak di sebuah semenanjung kecil dan dua pulau di luar daratan utama Cina.

Ekonomi kota ini berpusat di pariwisata. Macau sudah terkenal sejak lama sebagai pusat taruhan dan judi dunia, menyedot ribuan pengunjung baik dari CIna, Hong Kong maupun penjuru dunia lainnya.

Perusahaan kasino asing telah berinvestasi besar-besaran sejak miliarder Hong Kong Stanley Ho mengakhiri monoplinya di industri taruhan di tahun 2002. Kasino-kasino raksasa mulai berdtangan, termasuk perkembangan hotel besar, telah menggantikan pusat taruhan tradisional yang ada saat itu.

Di tahun 2006 penghasilan yang didapatkan dari kasino baru tersebut bahkan melewati pendapatan dari kiblat taruhan Amerika, Las Vegas. Tetapi, analis memperingatkan bahwa Macau terlalu berisiko karena bergantung terlalu banyak pada industri taruhan.

Di tahun 2014, pendapatan tahunan Macau untuk pertama kalinya untung untuk pertama kalinya sejak dilegalkan 12 tahun sebelumnya. Perkembangan tersebut berhubungan sebagian karena usaha anti-korupsi dari daratan utama Cina.

Gubernur Fernando Chui sejak itu telah berjanji untuk melakukan diversifikasi ekonomi lokal sebagai tanggapan dari permintaan dari Beijing.

Mantan jajahan ini mendapatkan kedaultan dari Cina di tahun 1999 setelah 400 tahun di bawah pemerintahan Portugal. Beijing berjanji untuk mempertahankan kebebasan gaya barat sampai setidaknya 50 tahun dari sejak itu.

Meski Macau masih bagian dari Cina, pemerintahan diatur oleh prinsip “satu Negara, dua sistem”, di mana kawasan ini menikmati otonomi daerah yang sangat leluasa.

Para pelaut Portugis membangun sebuah area tinggal sementara di kota ini pada tahun 1500’an. Pada awalnya, para colonial tersebut berencana memanfaatkan keuntungan dari perdagangan lokal semata, dan bangunan-bangunan Sepakbola Virtual bergaya Eropa dan gereja katolik pun mulai bermunculan.

Aktifitas perdagangan di kota ini sebetulnya meredup di tahun 1600’an, tetapi dikenalkannya kembali taruhan legal di pertengahan tahun 1800’an kembali membangkitkan pesona Macau bahkan sampai sekarang.